LINK DANA KAGET ADA DI PALING BAWAH
Pemain tim sepak bola Palestina, Mohammed Rashid dari Jabal Al-Mukaber mengenakan jersey Timnas Indonesia saat merayakan kemenangan, di Piala Yasser Arafat (Piala Liga).
Dalam foto yang diposting Futbolpalestine, Mohammed Rashid mengangkat tropi kemenangan Piala Liga dengan mengenakan jersey Timnas Indonesia.
Jersey merah dengan lambang garuda di dada pemain Jabal Al-Mukaber, Palestina tersebut.
Mohammed Rashid merupakan eks Persib Bandung. Pada musim ini dia membela Jabal Al-Mukaber.
Dalam postingan tersebut, Futbolpalestine menulis, hal itu dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap Indonesia.
Mereka sangat sedih Indonesia tidak diberi kesempatan bermain di Piala Dunia demi membela rakyat Palestina.
Mereka pun memuji sikap Indonesia yang berani dan mengambil risiko besar tersebut.
Berikut kutipan lengkap akun Futbolpalestine.
"Mohammed Rashid merayakan mengamankan Piala Liga dengan mengenakan jersey Indonesia untuk mendukung sepak bola di negara itu setelah mereka dicopot sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.
Melihat Indonesia tidak diberi kesempatan bermain di Piala Dunia sungguh menyedihkan tetapi sejarah akan menunjukkan bahwa mereka berada di posisi yang benar.
Dalam tiga bulan terakhir saja pasukan Israel membunuh pencetak gol tertinggi ke-4 di WBPL Ahmed Daragmeh, mereka menahan (tanpa tuduhan) rekan setim Rashid, Ahmad Abu Khadija, dan tindakan terbaru adalah serangan tanpa alasan di stadion yang penuh dengan orang-orang tak bersalah yang merayakan Final Piala Liga.
FIFA ingin memungut denda dan melarang PSSI karena mencampuradukkan olahraga dan politik tetapi (benar) tidak melakukan itu ketika Polandia, Republik Ceko, dan Swedia menolak untuk bermain Rusia di Kualifikasi Piala Dunia. Mereka juga tidak mengatakan apa-apa ketika UEFA (benar) menangguhkan Rusia dari bertanding.
Indonesia harus dipuji atas tindakan mereka dan sepak bola harus dibiarkan sendiri untuk melanjutkan proses pembangunan kembali setelah beberapa dekade salah urus."
Dalam postingan sebelumnya, Futbolpalestine juga memposting foto-foto kejadian saat tentara Israel menyerang ke dalam stadion.
"Kemarin adalah final Piala Yasser Arafat (Piala Liga). Jabal Al-Mukaber menang 1-0 berkat gol Zaid Qombor tetapi kisah sebenarnya adalah bahwa tanpa alasan, pasukan Israel menembakkan gas air mata ke stadion pada babak pertama. Fans dan pemain harus dirawat karena menghirup asap.
Hebatnya para pemain memutuskan untuk melanjutkan babak kedua dan pasukan Israel terus menembakkan gas air mata- asapnya begitu tebal di belakang gawang tandang sehingga Jabal Al-Mukaber GK Rami Hamadi harus diuji kepulan asap pada menit ke-84."
Diberitakan sebelumnya, tentara Israel menyerang Stadion Internasional Faisal Al Husseini di Al-Ram, utara Yerusalem, Kamis (30/3/2023) waktu setempat.
Dikutip dari kantor berita Palestina, WAFA, pada Jumat (31/3/2023), pasukan Israel menerobos Stadion Faisal Al Husseini dan menembakkan gas air mata ke lapangan dan tribun.
Akibatnya, pertandingan final Abu Ammar Cup harus dihentikan selama satu jam karena banyak pemain dan suporter kesulitan bernapas.
Presiden Asosiasi Sepak Bola palestina (PFA) Jibril Rajoub pun mengecam serangan gas air mata yang dilancarkan pasukan pendudukan Israel tersebut.
Rajoub menyebut serangan itu sebagai serangan yang direncanakan untuk melukai rakyat dan para pemain kami.
